-Episode 19-

Ji Hyun meminta Scheduler segera memanggil liftnya. Akhirnya Scheduler memperagakan tangannya untuk memanggil lift. Sementara Ji Hyun menutup matanya pasrah. Tiba-tiba saat tangan Scheduler melewati kalung Ji Hyun, kalung itu bersinar. Scheduler kaget dan memperhatikannya. Ji Hyun membuka matanya dan memegang kalungnya, ia tidak percaya apa yang terjadi. Scheduler bilang itu air mata murni.
Ji Hyun bingung dan bertanya bagaimana bisa? Lalu satu air mata murni masuk lagi ke kalung Ji Hyun. Scheduler bilang itu adalah 3 air mata murni.

Ji Hyun masih tidak percaya bukankah tidak ada yang tulus menangis untuknya seperti kata Scheduler. Scheduler bilang kalau sebuah hati manusia bisa berubah, tidak ada yang permanen seperti halnya dalam kasus ini. Ji Hyun lalu bertanya apa ia bisa kembali sekarang? Scheduler balik bertanya apa Ji Hyun penasaran itu air mata siapa? Ji Hyun bilang jangan dikatakan, ia tidak ingin tahu. Scheduler kembali bertanya benarkah Ji Hyun tidak ingin tahu. Ji Hyun bilang kalau ia tahu itu dari siapa ia mungkin hanya mencintai 3 orang itu. Scheduler bilang Ji Hyun bijak. Ji Hyun tahu itu lalu pandangan Ji Hyun berubah kabur dan hilang.
Ji Hyun menghilang di depan Scheduler. Scheduler pun tampak berpikir.

Di rumah sakit, ibu Ji Hyun dan Seo Woo terus menangisi Ji Hyun. Ji Hyun mulai mengerjapkan matanya, ia melihat cahaya lampu dan mulai mengedarkan pandangannya dan melihat ibu dan Seo Wo menangis. Ayah Ji Hyun masuk ke dalam kamar dan bertanya pada istrinya kenapa mereka menangis? Apa yang terjadi? Saat hendak menenangkan istrinya, ayah Ji Hyun melihat Ji Hyun membuka matanya.

Ayah Ji Hyun menatapnya kaget , memanggil-manggil Ji Hyun, dan memberitahu istrinya. Ibu Ji Hyun dan Seo Wo melihat ke arah Ji Hyun. Seo Woo terharu dan bilang ke ibu Ji Hyun kalau Ji Hyun membuka matanya. Ayah Ji Hyun menyuruh Seo Woo segera memanggil dokter. Seo Wo pun segera pergi meninggalkan ibu dan ayah Ji Hyun. Ayah Ji Hyun menangis dan bilang “ ini ayah, Ji Hyun”.

Sementara itu Yi Kyung sedang membereskan barangnya di restoran Han Kang. Ahjussi masuk ke kamar dan kaget melihat Yi Kyung mengepak barang. Ahjussi itu tanya mau ke mana Yi Kyung. Yi Kyung bilang ia akan pulang karena sudah tidak ada lagi alasan untuknya tinggal di situ, lalu Yi Kyung pun pamit sambil membawa keluar barang-barangnya. Ahjussi (biasanya aku bilang asisten Han Kang tapi lupa siapa namanya) bingung dan balik bertanya ke Yi Kyung kenapa ia tidak punya alasan lagi tinggal di sini? Tapi Yi Kyung tidak menjawabnya dan terus berjalan keluar. Lalu tiba-tiba ahjussi ingat sesuatu kalau tadi bukan seperti Yi Kyung yang ia kenal.

Han Kang yang dalam perjalanan pulang menerima telpon dari ahjussi. Han Kang bertanya apa Yi Kyung baik-baik saja? Tapi ahjussi langsung bilang apa yang harus ia lakukan ? sepertinya mereka telah salah menghitung hari. Han Kang balik tanya memangnya ada apa? Ahjussi bilang kalau Yi Kyung sudah mengepak barang dan pergi dari rumahnya. Ahjussi bilang kalau Yi Kyung sudah tidak punya alasan lagi tinggal di situ. Han Kang kaget langsung mengerem mobilnya. Han Kang bingung apa maksud Yi Kyung bilang kalau ia tidak punya alasan lagi tinggal di rumahnya. Lalu Han Kang kaget memikirkan kalau Ji Hyun telah meninggal. (hwaaa…. Liat Han Kang sedih gitu kasihan…)

Di rumah sakit, dokter berkata tak percaya bagaimana situasi ini bisa terjadi. Ibu Ji Hyun tanya apa Ji Hyun masih kenal ibunya? Ji Hyun menjawab iya, lalu ia melihat ayahnya dan memanggil “ayah”. Ayahnya tersenyum haru dan bilang “ itu benar, ini ayah” sambil mengelus pipi Ji Hyun. Ji Hyun memanggil Seo Woo yang dijawab oleh Seo Woo.

Kembali ke Han Kang yang shock membayangkan Ji Hyun meninggal. “Tidak…tidak ini tidak boleh terjadi”kata Han Kang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya. Lalu ponselnya bordering ternyata telepon dari ibu Ji hyun. Han Kang menjawab telepon itu dengan was-was. “Yah, bibi ada apa?”tanya Han Kang. “ Kang-ah kau sudah kembali ke rumah? Ji Hyun kami sudah sadar”kata ibu Ji Hyun. “ Dia sadar?”tanya Han Kang kaget bercampur senang.

Yi Kyung kembali ke rumahnya. Sampai di kamarnya ia teringat semua kenangannya bersama Ji Hyun, saat mereka duduk bersama di kasur, saat Ji Hyun mengkhawatirkannya.

Ji Hyun melakukan rangkaian pemeriksaan di lab.
Han Kang masuk ke kamar rawat Ji Hyun sambil memanggil Ji Hyun. Ibu Ji Hyun bilang ke Han Kang kalau Ji Hyun sedang check-up kesehatan. Han Kang lalu mengucapkaan selamat kepada orangtua Ji Hyun. Ayah Ji Hyun tersenyum senang dan bilang selamat juga untuk Han Kang. Han Kang lalu bilang kalau ayahnya bersedia berinvestasi di bisnis keluarga Shin. “Benarkah?”tanya ayah Ji Hyun.
“Dia bilang akan mengirim pengacaranya ke Korea Selatan besok untuk menyelesaikan rencana dana investasi secepatnya”kata Han Kang. Lalu ayah Ji Hyun tanya kabar ayah Han Kang. Han Kang menjawab sedang menyelesaikan analisis kasus bisnis pulau seafood. Lalu Seo Woo datang memberitahu kalau pemeriksaan lab Ji Hyun sudah selesai dan dokter ingin bicara dengan ayah Ji Hyun.

Ayah Ji Hyun dan Han Kang berbicara dengan dokter Jo. Dokter Jo bilang kalau konsentrasi darah Ji Hyun ringan sesuai dengan situasi sekarang EEG nya sangat normal. Ayah Ji Hyun bernafas lega dan bilang, “sudah ku bilang begitu, seseorang yang mampu bangun setelah kecelakaan itu baik-baik saja. Bagaimana bisa kau bilang ia tidak ada harapan?”.
“Dari sudut pandang medis, tidak mungkin, selain pandangan medis aku hanya bisa bilang itu suatu keajaiban”kata dokter Jo.
“Apapun itu, yang penting ia hidup”kata ayah Ji Hyun tersenyum senang. Han Kang lalu tanya ke dokter apa ada kelainan lainnya? Dokter hanya bilang kalau Ji Hyun mengalami kekakuan sendi , sehingga akan sulit beraktivitas. Lalu Han Kang bangkit dan minta izin untuk melihat Ji Hyun dulu.

Seo Woo menyuapi Ji Hyun bubur. Ji Hyun bilang kalau ia tidak pernah makan enak selama 47 hari dan makanan ini sangat lezat. Ibu Ji Hyun tersenyum dan bilang ke Ji Hyun makan pelan-pelan karena ia punya banyak waktu untuk makan di masa depan. Ji Hyun merajuk kalau omelan ibunya juga yang terbaik. “Ibu, bisakah aku minta sebuah pelukan”kata Ji Hyun sambil merentangkan tangannya.

Ibunya langsung memeluk Ji Hyun. Ibunya bilang kalau ia senang Ji Hyun telah kembali, Ji Hyun juga bilang kalau di dunia ini ibunya yang paling ia cintai. Seo Woo yang melihatnya ikutan bilang kalau ia juga mau di peluk Ji Hyun. Ji Hyun lalu memeluk Seo Woo. Ji Hyun mengucapkan terima kasih ke Seo Woo. Seo Woo bilang ia tidak pantas menerima semua ucapan Ji Hyun. Setelah melepas pelukan Ji Hyun bilang ke Seo Woo terima kasih karena telah menjadi temannya. Seo Woo pura-pura sedih kalau itu baik tapi memuakkan seharusnya ia yang berterima kasih. Ji Hyun bilang ia sungguh-sungguh berterima kasih.

Lalu Han Kang masuk dan melihat Ji Hyun. Ji Hyun bilang “ Han Kang lama tidak bertemu? Tapi Kenapa kau ada di sini? Apakah kau datang setelah mendengar berita itu?” . Han Kang kaget mendengarnya dan berubah sedih. Ibunya memberitahu kalau Han Kang selalu datang mengunjungi Ji Hyun. Lalu Ji Hyun bertanya ke ibunya tentang Min Ho dan In Jung. Ji Hyun bilang Han Kang saja datang kenapa mereka tidak datang. Ketiganya bingung lalu ibu Ji Hyun menjawab kalau karena proyek Haemido Min Ho sedang ada perjalanan bisnis ke Eropa, sedangkan In Jung tidak datang karena tidak bisa dihubungi. Lalu ibu Ji Hyun meminta Han Kang dan Seo Woo keluar sebentar.

Di luar ibu Ji Hyun meminta Han Kang dan Seo Woo merahasiakan masalah Min Ho dan In Jung serta masalah operasi karena Ji Hyun baru saja sadar, ibu Ji Hyun khawatir Ji Hyun tidak akan mampu menerima berita itu juga tentang perusahaan. Mereka harus merahasiakannya sampai Ji Hyun sembuh. Keduanya pun setuju. Lalu Seo Woo mengajak masuk lagi karena Ji Hyun pasti merasa aneh kalau mereka terlalu lama di luar. (duh kasian lihat Han Kang ^^)

Sementara itu Min Ho menelepon direktur Zheng untuk menyiapkan anggota untuk pertemuan mereka. Min Ho bilang setelah ia mengkonfirmasi transfer saham dari Haemido ia akan mengundurkan diri. Min Ho pun berniat keluar ruangannya.

Saat masuk lift ia merasa semua orang membicarakan dan melihatnya sinis. Lalu ia bertemu staf lainnya(kayaknya jabatannya sama atau lebih dari Min Ho). Min Ho berusaha ramah, lalu kedua staf itu bertanya apa Min Ho tidak berencana melihat tunangannya di rumah sakit? Apa Min Ho tidak tahu kalau tunangannya sudah sadar? Min Ho terkejut, “apa maksudnya ini?”. Lalu staf itu bilang dengan sinis kalau awalnya orang-orang yang berani seperti Min Ho akan terkejut lalu pergi meninggalkan Min Ho yang terpaku. Min Ho masih bertanya-tanya apa yang dimaksud orang-orang itu adalah Ji Hyun sudah sadar?

Yi Kyung terduduk lemah sambil memegang lututnya. Lalu pintu rumahnya terbuka, ia melihat Kang Min Ho datang. Yi Kyung lalu bangkit, ia berdiri sambil menatap tajam ke arah Min Ho. Min Ho minta maaf ia pikir Yi Kyung tidak ada di sini. Yi Kyung berkata kalau orang itu (Ji Hyun) sudah pergi dan tidak akan datang ke sini lagi. Jika Min Ho tidak percaya silakan konfirmasi ke rumah sakit tempat Ji Hyun dirawat. Min Ho jawab ia tahu. Lalu Yi Kyung balik tanya jika Min Ho tahu kenapa ia malah datang ke sini? Min Ho bilang ia tidak akan berada di situ lama.

Yi Kyung mengambil amplop dari tasnya. Yi Kyung menyodorkan amplop itu dan menyuruh Min Ho menemui pemilik rumah dan meminta uang sewanya penuh. Min Ho menolak dan bilang Yi Kyung bisa menyewa rumah ini lagi karena ia tidak membutuhkannya, itu sebabnya ia menggunakan nama Song Yi Kyung dalam kontrak. Yi Kyung menengadahkan tangannya dan meminta kunci rumahnya. Min Ho memberikannya, lalu ia tanya apa yang akan di lakukan Yi Kyung sekarang? Yi Kyung menjawab ia bukan Ji Hyun jadi Min Ho tak perlu bingung. Min Ho bilang dari awal ia tidak ingin menyulitkan Song Yi Kyung. Yi Kyung menyuruh Min Ho segera keluar dari rumahnya. Min Ho pun segera keluar.

Di rumah sakit Ji Hyun bertanya dengan ceria apa selama koma ayah dan ibunya selalu ada di rumah sakit? mereka menjawab tentu saja. Ayahnya bahkan bilang kalau ia tinggal lebih lama dari pada ibu Ji Hyun. Ji Hyun senang dan merasa beruntung tapi saat ia melihat Han Kang, Ji Hyun tanya kenapa Han Kang masih ada di situ? Ayahnya bilang kalau selama ini Han Kang selalu membawakan bunga segar untuk Ji Hyun. Ayahnya juga menimpali kalau Han Kang juga ikut merawat orang tua Ji Hyun. Ji Hyun tanya benarkah? Sepertinya Han Kang memiliki kewajiban. Lalu Ji Hyun berterima kasih pada Han Kang lalu bilang kenapa Han Kang melakukan sesuatu yang bukan gayanya? Eh Ji Hyun malah menyuruh Han Kang pulang. Kedua orangtua Ji Hyun merasa tidak enak tapi Han Kang pun mengiyakannya dan pamit. (oalah Ji Hyun tega sekali kau??? Kenapa harus berbohong?)

Sesampainya di rumah Han Kang ditanyai oleh manager Oh apa ia sudah melihat Ji Hyun? Han Kang menjawab kalau Ji Hyun tidak mengenalinya, ia telah melupakan waktu saat bersama Han Kang. Ji Hyun melupakan kenangan 49 hari dan semuanya. Ahjussi tanya benarkah? Tapi kalau Ji Hyun ingat 49 hari maka rahasia akan bocor, mungkin itu sebabnya seperti ini. Ahjussi juga tanya apa yang harus mereka lakukan? “Apa Han Kang akan mulai lagi cinta rahasianya?”, Han Kang menjawab kalau ia sangat sedih dan konyol karena masalah itu, tapi itu bukan sesuatu yang harus disesali. Yang paling penting sekarang adalah Ji Hyun masih hidup.

Han Kang keluar dan duduk di kursi luar cafenya, ia mengingat semua kenangannya bersama Ji Hyun-Kyung mulai saat pertama bertemu, saat main piano, saat pertemuannya terakhir.
“Bagaimana bisa kau tidak ingat Ji Hyun”ucap Han Kang lirih. (poor Han Kang sini aku hibur ^^ – iis)

Sementara itu Yi Kyung duduk termenung di kamarnya. (kamarnya gelap coy-iis) Yi Kyung terus melamun sambil berkata “Yi Soo…. Kapan kau datang? Cepatlah datang”. Ternyata Yi Soo aka Scheduler duduk di samping Yi Kyung memandangnya sedih. (hwaa oppa jangan menangis cup-cup).

Keesokan paginya Han Kang datang ke rumah Yi Kyung. Han Kang memberitahu Yi Kyung kalau Ji Hyun sudah sadar. Yi Kyung senang mendengar berita itu. Lalu Han Kang bilang kalau Ji Hyun melupakan kenangan 49 harinya jadi mungkin Ji Hyun juga tidak ingat tentang Yi Kyung. Han Kang lalu berterima kasih pada Yi Kyung atas bantuannya pada Ji Hyun. Han Kang juga bilang karena Ji Hyun, Yi Kyung bahkan mengundurkan diri dari toko kopi, jadi Han Kang menyarankan agar Yi Kyung untuk bekerja di cafenya. Yi Kyung meminta Han Kang jangan mengakhawatirkannya karena ia sedang menunggu seseorang.

Lalu Yi Kyung meminta Han Kang menunggu sebentar dan ia mengambil sesuatu dari dalam laci. Sebuah gelang yang di titipkan Ji Hyun. Yi Kyung memberikan gelang itu pada Han Kang. Yi Kyung bilang sebelum Ji Hyun pergi, ia meminta Yi Kyung untuk menyerahkan gelang itu pada Han Kang, Ji Hyun bilang itu milik ibu Han Kang. Han Kang terkejut dan memastikan apa Ji Hyun bilang itu dari ibunya? Tapi bagaimana bisa? Yi Kyung bilang Ji Hyun tidak memberitahunya jadi Han Kang tanyakan sendiri ke Ji Hyun.
Yi Kyung juga bilang kalau Ji Hyun juga mengucapkan terima kasih dan sangat menyesal karena tidak bisa membalas semua bantuan yang diberikan Han Kang. Ji Hyun meminta Yi Kyung memberitahukan semua itu kepada Han Kang.

Kang Min Ho bertemu rekan kerjanya. Rekan kerjanya sangat marah karena rencana mereka gagal. Keluarga Shin telah mendapatkan pinjaman. Rekan kerjanya itu marah seharusnya Min Ho waktu itu tidak perlu mengancamnya dan tidak mengulur waktu untuk kebangkrutan perusahaan Shin. Min Ho masih tidak percaya atas semua yang telah terjadi. Saking bingungnya ia tidak mengangkat telpon yang masuk ke ponselnya. Ternyata In Jung yang menelpon Min Ho.

In Jung mencoba menghubungi Min Ho namun Min Ho tidak mengindahkannya. In Jung akhirya mengirimkan pesan menanyakan perihal makan bersama.

Min Ho yang diliputi amarah mengetahui rencananya berantakan menemui pegawai Han Kang yang selama ini memberi informasi kepada Min Ho.
“Kau mendengar semua bukan? Masalah keluarga Shin adalah masalah keuangan bukan?”tanya Min Ho. “Ah, itu Direktur (Han Kang) telah pergi ke USA untuk mencari investor”jawab pegawai tersebut. Han Kang sontak emosi dan berteriak kenapa pegawai tersebut tidak memberitahunya?!
“Aku memberimu informasi kepadamu hanya untuk membantu karirku selanjutnya”jawab pegawai Han Kang ketus dan melenggang pergi meninggalkan Min Ho.

Tanpa diduga Min Ho dihubungi oleh pihak kejaksaan karena adanya tuntutan yang dituduhkan kepada Min Ho. Dan Han Kanglah orangnya.

Sedangkan In Jung datang sendirian di restoran yang biasa Min Ho singgahi bersama ibunya. In Jung merasa kesepian dan In Jung pun memandang foto dirinya bersama Min Ho saat bahagia bersama. In Jung pun makan sendiri, sambil menanggis. Sedangkan orang disekitar hanya berlalu lalang.

Min Ho yang semakin frustasi rencananya gagal total, malamnya ke sebuah bar dan mabuk. Asisten Min Ho yang menemaninya meminta Min Ho untuk menghentikan semuanya. Namun Min Ho tetap tidak akan mundur. “Apa yang diimpikan Kang Min Ho, aku sangat tahu,tapi aku tidak akan mati seperti ini”gumam Min Ho.

Keesokan harinya, In Jung mendatangi Min Ho di apartemennya. “Kenapa kau datang?”tanya Min Ho yang terlihat sangat kusut. “Aku mohon jangan muncul lagi di hadapanku!”teriak Min Ho
“Sebelum meninggalkan Seoul, aku ingin berpamitan baik-baik”ucap In Jung yang memutuskan untuk pergi ke Jinan untuk sementara.
In Jung pun meminta maaf kepada Min Ho dengan mata nanar.
“Kau membuatku tidak memungkinkan untuk menyesal”balas Min Ho. In Jung pergi.

Ibu Ji Hyun berusaha menutupi masalah In Jung dan Min Ho mati-matian. Saat Ji Hyun mendesak ibunya untuk menghubungi In Jung, namun ibunya menggatakan In Jung sedang tidak enak badan dan tidak bisa dihubungi .
“Jika ibu mengatakan bahwa aku sudah sadar pasti dia akan segera ke sini”desak Ji Hyun dan meminta dia pulang saja.

Ibunya lega saat Han Kang datang yang membawakan bunga kesukaan Ji Hyun dan kue.
Han Kang mengucapkan selamat karena telah sadar kembali dan berkata akan datang setiap hari.
Ji Hyun masih ngambek karena In Jung tidak juga datang.
“Ji Hyun! Temanmu yang bernama Song Yi Kyung benar temanmu bukan?”tanya ibu Ji Hyun mengalihkan perhatian Ji Hyun. “Oh! Dia teman komunitasku”jawab Ji Hyun.
“Kau memberikan stempelmu, apa kau ingat?”tanya Ibu Ji Hyun lagi. Han Kang menunggu jawaban Ji Hyun. “Aku tidak ingat, apa maksud ibu?”jawab Ji Hyun polos.
Ibu Ji Hyun tidak membahasnya lagi mengira Ji Hyun hanya dapat mengingat sebagian memori saja.

Han Kang menemani Ji Hyun latihan fisik.

Han Kang tersenyum kepada Ji Hyun dan Ji Hyun semakin keheranan. “Ada dengan dia?”gumam Ji Hyun.
Han Kang pun membawa Ji Hyun keluar menikmati udara segar. “Ke mana kita akan pergi?”pungkas Ji Hyun sedikit kesal.
Ji Hyun : “Han Kang kenapa kau seperti ini?”
Han Kang : “Kau tidak suka aku seperti ini?”
Ji Hyun : “Bukan seperti itu, aku merasa tidak nyaman”.
Han Kang : “Tidak nyaman bagaimana? Bagaimana rasanya hidup kembali?
Ji Hyun : “Sungguh menakjubkan”.
Han Kang : Ya aku sangat beryukur kau bisa bertahan”.

Ji Hyun memandang lekat Han Kang namun raut muka seakan menyimpan kesedihan. Han Kang kembali bertanya apa yang dilakukan Ji Hyun selama 47 hari? Apa kau tertidur? Apa kau mungkin punya mimpi? Rasa penasaran menggelayut di pikiran Han Kang.

“Bagaimana jika iya, apa kau harus mengatakannya kepadamu?”jawab Ji Hyun ketus. “Apa aku muncul dalam mimpimu?”, Han Kang semakin memancing memori Ji Hyun.
“Kenapa kau muncul dalam mimpiku? Aku mau kembali”ujar Ji Hyun.

Mereka masuk dan dari kejauhan Min Ho memandang mereka berdua. Ji Hyun telah sadar! Yeaah.

Sedangkan ibu Ji Hyun dan Seo Woo mendatangi In Jung. In Jung gugup dan seakan tidak percaya bahwa Ji Hyun telah sadar.
“Walaupun kau tidak mengharapkan Ji Hyun tidak sadar namun dia memang sadar dan mencarimu”ujar ibu Ji Hyun dengan nada emosi. “Ji Hyun memaksa untuk bertemu denganmu, pergi dengan bibi dan temui dia! Dia tidak tahu perihal dirimu dan Kang Min Ho!”seru Seo Woo.
Namun In Jung bersikeras untuk tidak menemuinya, perasaan bersalah mungkin benar-benar menerjang dirinya, bahkan untuk menemui Ji Hyun pun dia tidak sanggup.

Ibu Ji Hyun hanya meminta In Jung bersikap sewajarnya saja, seakan tidak terjadi apa-apa. “Aku tidak bisa pergi, aku tidak ingin pergi!”, In Jung semakin cemas.
“Kenapa tidak bisa? Kau bisa bersandiwara selama 2 tahun menipu Ji Hyun! Pura-puralah seperti biasanya!”. Ibu Ji Hyun semakin marah akan sikap In Jung. In Jung menangis.
“Bibi, aku yang salah semuanya kesalahanku, aku mohon jangan suruh aku menemui Ji Hyun”. In Jung memohon dan menangis.
Seo Woo pun menggeret In Jung pergi.

Di rumah sakit Han Kang masih menemani Ji Hyun, sedangkan Ji Hyun semakin tidak nyaman dengan kehadiran Han Kang. Apa Ji Hyun gugup dengan kehadiran Han Kang? Sepertinya iya. Han Kang pun tak kalah berujar dia akan ada di rumah sakit seharian.
“Aku berharap kau akan serius untuk mendesain sesuatu, kau membuatnya bukan?”tanya Ji Hyun sambil menunjuk sketsa yang terpajang. Ji Hyun menyukainya dan menyuruh Han Kang untuk tidak menyembunyikan bakatnya.
“Karena tidak ada orang yang bisa aku ajak berbagi, jika aku mendesain sesuatu apa kau akan menyukainya?”tanya Han Kang.
“Kenapa kau seperti ini?”.Pertanyaan yang sama Ji Hyun lontarkan.

Ibu Ji Hyun masuk dan diikuti dengan In Jung yang tertunduk lemah. Ekspresi Ji Hyun benar-benar tidak terbaca. Ji Hyun meminta berbicara secara pribadi dengan In Jung. Han Kang dan ibunya keluar. Ji Hyun memandang In Jung.
“Hey Shin In Jung! Aku benar-benar tidur sangat lama dan aku bermimpi saat hari tunangan, sepatuku rusak dan aku melihat kau melepas sepatumu, secara tidak disadari kau berlari tanpa sepatu. Kau melepasnya untuku”ucap Ji Hyun menerawang jauh mengingat saat sebelum acara pertunangannya berlangsung.
“Apa maksudmu Ji Hyun?”tanya In Jung lirih.
Ji Hyun kembali memandang In Jung.
“Kata orang, sepatu adalah cermin harga diri wanita tapi saat itu kau melepas harga dirimu untuku. Kau memikirkan aku dahulu, karena aku temanmu”.
In Jung gemetar mendengar ucapan Ji Hyun. Ternyata Ji Hyun memang ingat segalanya, ya segalanya namun Ji Hyun berfikir ada saat In Jung rela berkorban tulus demi Ji Hyun. Itu yang meluluhkan semua amarah Ji Hyun. Ji Hyun pun menetes air matanya.
In Jung meringkuk sendirian di kamarnya yang sudah kosong barang-barang In Jung sudah terbungkus. Menangis sesegukan sendirian, tentunya karena ucapan Ji Hyun.

Malamnya Ji Hyun yang belum tidur memandang ayah dan ibunya yang tertidur di sampingnya. Ada sesuatu yang membebani pikiran Ji Hyun.

Sedangkan Yi Kyung berjalan mondar-mandir cemas menunggu hari di mana dia akan bertemu dengan Yi Soo. Scheduler yang sesungguhnya berada di sampinya tidak kalah cemas. “Aish, karena hukumanku masih ada waktu satu minggu lagi! Oh nenek jahat!”maki Scheduler.
Langsung saja nenek jahat itu alias sunbae Scheduler menghubunginya. Scheduler sontak kaget dan ketakutan. Karena mengatakan nenek jahat? Hahaha.

Scheduler menemui sunbae-nya. “Kenapa? Aku sudah dihukum dan tidak ada yang bisa kau lakukan”ucap Scheduler sengit.
“Kurang ajar, kau pikir masamu sudah habis sehingga bisa mengajakku bertengkar!”teriak sunbae Scheduler.
Scheduler tentu kesal karena seharusnya waktu kini sudah habis namun dia tidak bisa menemui Yi Kyung sebagai manusia.
“Sudahlah, aku capek hingga mau mati!”ucap Scheduler.
“Apa bisa manusia mati bisa hidup kembali?”sindir sunbaenya.hahaha. Rupanya hanya hukuman sebagai ‘kurir’ yang diperpanjang namun waktu untuk menemui Song Yi Kyung masih tetap. Sontak Scheduler bahagia. “Jadi besok aku bisa menemui Song Yi Kyung”.

Song Yi Kyung membaca surat-surat dari Yi Soo dulu. Sejenak, sebuah surat seakan melayang turun dari langit jatuh di hadapan Yi Kyung.
Surat undangan untuk bertemu Song Yi Soo. Tentu inilah yang dinantikan Yi Kyung.
Yi Kyung mencoba tidur namun karena sangking gugupnya sepertinya dia berulang kali terbangun dan melihat jam. Wajar bukan? Hari sudah berganti, akhirnya hari yang ditunggu tiba.

Yi Kyung kembali bangkit dan ceria. Kali ini berdandan layaknya seorang wanita. Menata rambutnya, dan menggunakan parfum yang ditinggalkan Ji Hyun untuknya.

Ji Hyun pergi ke sebuah taman, Scheduler telah duduk menunggu Yi Kyung. Yi Kyung pun datang. Scheduler bangkit dan memandang Yi Kyung. Keduanya saling pandang. Yi Soo tersenyum. Yi Kyung terharu merasa tak percaya.

Rasa rindu dan penantian seakan meluap mejadi rasa bahagia. Kedua berjalan saling mendekat.
Yi Soo tersenyum kepada Yi Kyung. “Sudah lama kita tidak bertemu, kau tidak berubah sedikit pun”ucap Yi Soo. Yi Kyung tidak mampu berkata apapun menahan tangis, seperti mimpi bukan unni? Bertemu kembali dengan orang yang dicintai? –Asri rf-
“Yi Soo!”ucap Yi Kyung lirih, tak sadar air mata mengalir. Yi Kyung menyentuh wajah Yi Soo dan dan benar-benar terharu orang yang dihapannya adalah Yi Soo.

Yi Kyung mulai menangis sesegukan. Yi Soo menggangguk seakan membenarkan ya ini aku. Keduanya pun sontak berpelukan. Keduanya menangis bahagia sekaligus sedih.
“Bagaimana bisa ini terjadi, bagaimana bisa? Kenapa kau baru datang sekarang?”ucap Yi Kyung.
“Ya,sekarang waktunya aku datang”jawab Yi Soo.
Episode yang menguras air mata. Lots of crying. Sigh –Asri rf-
“Ayo kita pergi”kata Yi Soo
Yi Kyung tak tahu harus pergi ke mana.
“Sekarang tolong lakukan apa yang aku mau”kata Yi Soo

Yi Soo memboncengi Yi Kyung (senengnya lihat scheduler boncengan ama Yi Soo kali ini aku ga cemburu -nana rf)
Scheduler membawa Yi Kyung ke tempat dahulu dia kecelakaan dan menghembuskan nafas terakhirnya sebagai Yi Soo.

“Aku akui aku dulu terlalu terlalu terburu-buru dan gegebah. Aku ingin bermain musik mencari pengalaman baru tapi di lain pihak aku juga ingin jadi pendampingmu”
“Dulu kau masih terlalu muda”

“Walau aku suka keluyuran dan bermain bersama para gadis, namun kaulah wanita yang ingin kujadikan tempat kembali. Oleh karena itulah dulu aku membeli sepasang cincin”kata Yi Soo menjelaskan
Yi Kung terkejut mendengarnya

Yi Soo lalu pergi ke semak-semak, mencari sesuatu dan berhasil menemukan sesuatu di sana. Di sana masih tersimpan cincin yang dulu dia siapkan untuk melamar Yi Kyung. Cincin yang terukir kata S love K. Yi Soo lalu memakaikan cincin itu pada Yi Kyung.

Hari sudah gelap ketika Yi Soo mengajak Yi Kyung ke tempat bermain (dufan kalu kita lah). Yi Kyung heran.
“Bukankah dulu kau selalu ingin pergi kemari. Dulu kita tidak punya uang. Aku khan sudah pernah berjanji ketika kau ulang tahun suatu saat akan mengajakmu kemari”kata Yi Soo. (Tempat permainan seperti dufan sepeeti tempat yang diimpikan apsangan muda ya di Taiwan dan Korea)
Yi Kyung dan Yi Soo menghabiskan waktu bersama mereka mencoba berbagai wahana permainan bersama.

Mereka lalu mampir di toko cindera mata. Mereka mencoba bando karakter lalu berpose bersama

Mereka lalu jalan-jalan di taman berdua
Setelah puas mereka lalu keluar.
“Sekarang kita akan pergi ke mana lagi?”tanya Yi Kyung kepada Yi Soo. Yi Soo tersenyum melihat Yi Kyung dan berkata sejak dulu Yi Kyung tidak pernah berubah dan selalu saja bertanya apa selanjutnya.

Pagi harinya Song Yi Kyung dan Song Yi Soo akhirnya sampai di depan rumah kontrakan Yi Kyung (mereka kencan semalaman ya asyik banget). Yi Soo menyuruh Yi Kyung untuk belanja makanan karena Yi Soo sangat ingin makan masakan Yi Kyung. Yi Kyung yang awalnya ragu untuk meninggalkan Yi Soo sendirian akhirnya pergi juga (Yi Kyung kayaknya takut ntar waktu dia balik ke rumah Yi Soo nya udah ga ada…!!).
“Kau membiarkanku untuk pergi belanja sendiri?”ujar Yi Kyung ke Yi Soo.
“Sekarang aku tidak akan pergi tanpa mengucapkan kata perpisahan”jawab Yi Soo menenangkan Yi Kyung.
“Lalu apa yang akan kau lakukan di rumah?”tanya Yi Kyung lagi.
“Aku ingin melakukan sesuatu dan itu akan selesai sebelum kau kembali”jawab Yi Soo.

Di rumah Yi Kyung, Yi Soo mulai memasang wallpaper dinding dan mendekorasi ulang rumah Yi Kyung. Lalu Dr. Noh datang dan kaget ketika melihat Yi Soo (dikira tukang kali ya -Mia Rf-). Tapi kecakepan tukangnya tuh ;p -Asri Rf-
“Pemilik rumah ini, apakah dia sudah pindah?”tanya Dr.Noh.
“Tidak, dia tidak pindah, aku hanya memasang wallpaper dinding baru”jawab Yi Soo kesal sambil melanjutkan pekerjaannya.
“Lalu Nona Yi Kyung..tidak, maksudku pemilik rumah ini ada di mana sekarang?”tanya Dr.Noh.
“Dia sedang pergi keluar”jawab Yi Soo.
“Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?”tanya Dr.Noh lagi. (pernah waktu di cafe di scheduler gantiin Yi Kyung kerja).
“O..Aku tidak bekerja di sini untuk menjawab pertanyaanmu”ujar Yi Soo.
“Hari ini dan besok jangan datang kemari, tapi setelah beberapa hari kau boleh datang ke sini lagi”kata Yi Soo lagi.
“Oh maaf telah mengganggumu, tolong katakan padanya kalau seorang laki-laki bernama Dr.Noh datang mecarinya”. Dr.Noh setelah mengatakan itu pergi dan tinggalah Song Yi Soo yang memakinya sebal.

Yi Kyung yang sedang ada di supermarket segera belanja dan pulang. Sesampainya di rumah dia terkejut dengan suasana baru kamarnya. Yi Kyung pun langsung mencari Yi Soo dengan panik takut jika Yi Soo pergi begitu saja.
“Aku ada di sini”ucap Yi Soo di belakang Yi Kyung.
Yi Soo ternyata baru keluar dari kamar mandi.
Scheduler telah mengubah gaya rambutnya seperti Yi Soo dahulu (cakepp yang ini kata teteh -nana rf-)
Yi Kyung bertanya pada Yi Soo, “Kenapa kau melakukan ini?”sambil melihat sekelilingnya.
“Aku sudah pernah menjadi pelukis selama beberapa tahun, dan ini kurasa tidak buruk?”jawab Yi Soo.
“Bukan itu yang ku maksud”sergah Yi Kyung.
“Yang aku maksud mengapa merubah ruangan ini menjadi seperti ini?”.
“Bagaimanapun aku akan tinggal bersamamu”ujar Yi Kyung lagi.
“Hanya sehari saja, aku ingin melihat tempat ini bersih”jawab Yi Soo.
Yi Kyung yang terdiam hanya melihat Yi Soo, membuat Yi Soo jadi salah tingkah.

Yi Kyung dan Yi Soo pun menghabiskan malamnya berdua. Mereka duduk di tempat tidur di kamar yang telah ditata Yi Soo.
Yi Soo memeluk Yi Kyung hingga Yi Kyug tertidur.
Ketika Yi Kyung tertidur, Yi Soo tidak henti-hentinya memandang wajah Yi Kyung dan membelai wajahnya. Yi Soo merasa sedih.

Yi Kyung lalu terbangun. Yi Soo masih di sisinya membelainya
“Kau sudah bangun? Kalau begitu kita jalan-jalan yuk”ajak Yi Soo.

Yi Soo dan Yi Kyung pergi berdua ke pantai. Di sana Yi Kyung pun merasa senang karena dapat bertemu Yi Soo.
“Aku merasa sangat senang karena kita dapat keluar berdua menikmati matahari, melihatmu dan bahkan bisa menyentuhmu”ujar Yi Kyung.
“Tapi, bagaimana pun aku sudah mati. Aku menunggu selama lima tahun untuk bertemu denganmu, memberimu cincin ini, dan mengatakan bahwa aku mencintaimu, dan tidak pernah memikirkan orang lain selain kau, juga aku ingin menikah denganmu. Itu yang ingin aku katakan. Tapi…”jawab Yi Soo dengan kesedihan yang tampak di wajahnya.
“Sekarang sudah tidak sama lagi, aku tetap mencintaimu sampai kapanpun”ujar Yi Soo sambil melepaskan tangan Yi Kyung.

Tapi Yi Kyung segera menarik lagi tangan Yi Soo.
“Mulai dari sekarang aku tidak mencintaimu lagi, karena aku tidak ingin meninggalkanmu hanya dengan rasa sakit. Aku ingin kau melupakanku dan hidup bahagia”ujar Yi Soo.
“Tidak.. Jangan berkata seperti itu Yi Soo. Aku akan pergi denganmu”ucap Yi Kyung.
“Kita tidak akan bisa pergi bersama”jawab Yi Soo.
Yi Kyung pun tetap menolak melepaskan Yi Soo. Yi Soo mengatakan bahwa dia hanya ingin melihat Yi Kyung bahagia dan melanjutkan hidupnya. Jika Yi Kyung tidak bahagia maka Yi Soo pun akan semakin kacau.
Yi Soo lalu melemparkan cincinnya ke laut.
“Untukku kau adalah orang yang sangat berarti, orang yang sangat luar biasa. Jadi untuk orang lain pasti kau juga sangat berarti”ujar Yi Soo sambil menitikkan air matanya. Yi Kyung pun sudah mulai menangis.
“Berjanjilah padaku, kau akan hidup bahagia dan membiarkanku pergi tanpa penyesalan”ujar Yi Soo.
Yi Soo melepaskan cincin Yi Kyung dan membuangnya ke laut. Yi Kyung meminta maaf pada Yi Soo karena telah meninggalkan hidupnya sendiri dan tidak pernah bisa membalas semua yang dilakukan Yi Soo untuknya. Yi Soo berkata kalu Yi Kyung bisa membayarnya dengan dia hidup bahagia dan mulai memberikan cintanya pada orang lain.

Yi Soo mencium Yi Kyung untuk terakhir kalinya dengan lembut (ciuman perpisahan..).
Setelah itu dia mulai pergi dengan berjalan mundur sambil berusaha tersenyum untuk Yi Kyung yang bercucuran air mata.

Yi Soo akhirnya berbalik juga tak kuat menahan tangisnya di belakang Yi Kyung, dia dengan berat berjalan meninggalkan Yi Kyung. Sampai akhirnya menghilang dari pandangn Yi Kyung. (sedih banget misi Scheduler memang cuma menyampaikan kesalahpahaman dan dia telah meninggalkan kenangan akhir terindah, yang hidup harus terus hidup dan harus ikhlas melepas yang sudah ditakdirkan meninggal, karena dia memang tak bisa hidup kembali -nana rf-)

Min Ho mengunjungi ibunya di RS, ketika dia akan masuk ke ruangan ibunya tiba-tiba dia dicegat oleh dua orang yang akan menangkapnya. Min Ho pun meminta sedikit waktu untuk bicara pada ibunya.

Ibu Min Ho sangat senang dengan kedatangan Min Ho.
“Min Ho, apakah kau sudah pulang nak dari US? Apakah MBA-mu sudah selesai, atau kau mengambil Ph.D juga? Aku tahu kau akan hidup senang tidak seperti ayahmu”
Tapi itu membuat Min Ho semakin sedih karena dia akan berpamitan dengan ibuya sekaligus melihat keadaan ibunya sendiri membuat Min Ho sangat terpukul. (sesal selalu datang terlambat -nana rf-)

In Jung diberitahu anak buah Min Ho bahwa Min Ho sudah ditahan. Min Ho pun di kantor polisi diinterogasi pihak berwajib.
“Apakah untuk kejahatan ini Anda dibantu oleh seseorang?”
“Tidak”kata Min Ho. Walau petugas curiga In Jung terlibat, Min Ho berusaha tetap melindungi In Jung

Yi Kyung sendirian di kamar dan merasa sedih karena kehilangan Yi Soo.
Akhirnya dia memutuskan untuk menjenguk Ji Hyun di RS.

Ketika akan memasuki ruangan Ji Hyun, Yi Kyung teringat perkataan Han Kang kalau kemungkinan Ji Hyun tidak akan mengenali Yi Kyung. Yi Kyung ragu dan berbalik pergi. Tapi seketika itu Ji Hyun keluar dan memanggil Yi Kyung.
“Unnie” panggil Ji Hyun. Yi Kyung pun menoleh.
Ji Hyun segera menghampiri Yi Kyung dan memeluknya. Yups, ternyata sejak awal Ji Hyun dapat mengingat semuanya.

Ji Hyun dan Yi Kyung berbicara berdua di taman RS.
“Kau mengingatku, tapi kau tidak mengingat Han Kang?”tanya Yi Kyung penuh selidik.
“Kau sebenarnya juga mengingat Han Kang kan?”tanya Yi Kyung lagi. Ji Hyun hanya diam.
“Kau mengingat semuanya, tapi mengapa kau berpura-pura tidak mengingatnya?”tanya Yi Kyung.
“Itu karena…..Aku akan segera mati”jawab Ji Hyun. Yi Kyung pun kaget mendengarnya.

Note :

Episode yang menguras emosi dan air mata dan kagum dengan Skripwritternya! Mampu mengaduk-aduk emosi penonton. Namun dibalik kisah 49 Days pastilah ada pesan yang ingin disampaikan bukan? Yups, lahir, hidup, mati merupakan lingkaran kehidupan yang harus dijalani. Kehilangan orang yang dicintai karena mati memang menyedihkan namun tinggal kita menyikapi takdir itu bukan? Just let it go, karena yang hidup harus meneruskan hidupnya. Reach your happiness!
lantas bagaimana jika Ji Hyun yang mati-matian untuk mendapatkan 3 air mata murni harus menjalani ‘rencana’ lain? Dan kadang takdir ada diujung usaha manusia bukan?